E-Portal News | 2021 : selalu ProKes 3M - Memakai Masker - Mencuci Tangan - Menjaga Jarak | Positif : 2.527.203 Sembuh : 2.084.724 Meninggal : 66.464

Rabu, 09 Januari 2019

Setahun Beroperasi Kereta Soeta Bandara Merugi

ePortalNews - Pada 2 Januari 2019 kemarin Kereta (KA) Bandara Soetta telah genap 1 tahun beroperasi di bawah PT Railink. Lalu seberapa besar transportasi ini bermanfaat?

Institut Studi Transportasi hari ini menggelar diskusi publik untuk meninjau kembali KA Bandara. Ternyata hasil kajian terungkap bahwa KA Bandara masih sangat kurang diminati oleh masyarakat

"Ternyata KA Bandara ini jauh sekali dari harapan kami. Dari studi kami ternyata load factor atau okupansi KA Bandara hanya 26% dari ketersediaan ideal harusnya 60%," kata Peneliti Institut Studi Transportasi Deddy Herlambang di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Institut Studi Transportasi mencatat saat ini terdapat slot 70 perjalanan KA dari 82 slot yang tersedia. 1 rangkaian KA Bandara SF6 berkapasitas 272 orang. Jika dihitung maka total per hari mampu mengangkut 19.040 penumpang dari Bekasi-Jakarta-Bandara Soetta PP.

Namun hingga November 2018 PT Railink mencatat okupansinya pada hari biasa sekitar 2.700-3.000 penumpang, hari Jumat 4.700-5.000 penumpang dan akhir pekan sekitar 2.000-2.500 penumpang.

Jika diambil angka terbanyak di 5.000 orang, okupansinya hanya sebesar 26%. Okupansi itu masih jauh dari harapan.

Padahal setiap hari pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 150.000 orang di hari kerja. Sementara di akhir pekan dan hari libur bisa mencapai 200.000 orang. [Detik]


Share:

Seorang Polisi Berpangkat Bripka Di Blora Membawa Sabu


ePortalNews - Seorang oknum polisi yang bertugas di Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, saat ini tengah menjalani proses hukum. Gara-garanya, oknum polisi berinisial BD ini kedapatan mengantongi narkoba jenis sabu, seberat 0,12 gram.

"Saat ini, oknum polisi tersebut sudah kita tahan. Proses hukum akan tetap terus berlanjut. Meski polisi, yang bersangkutan tetap akan menjalani persidangan umum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak ada toleransi," kata Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan, kepada Kompas.com, Rabu (9/1/2019).

Menurut Suparlan, oknum polisi berpangkat Bripka tersebut diamankan anggotanya saat melintas di jalan umum Desa Jetis, Kecamatan Blora, Senin (7/1/2019). Saat itu, BD baru saja bertransaksi sabu dari wilayah Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 1 plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu dengan berat 0,12 gram, seperangkat alat hisap sabu atau bong, 1 buah pirek kaca, 2 buah korek api, 2 buah ponsel, dan sebuah sepeda motor.

"Pelaku mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari seorang penjual sabu di daerah Mlangsen. Kami tangkap usai bertransaksi," kata dia.

Menurut Suparlan, penangkapan terhadap oknum anggota polisi itu merupakan hasil pengembangan penyidikan dari dua pelaku pengguna sabu yang diringkus beberapa waktu lalu.

Kedua warga sipil itu membawa sabu seberat 0,12 gram. Dari pemeriksaan terhadap keduanya, akhirnya bisa mengerucut ke oknum anggota Polri tersebut.

Adapun peran BD dalam penyalahgunaan narkotika adalah sebagai pengguna sabu.

"Kita tegas kepada siapapun tanpa pandang bulu. Untuk oknum polisi tersebut tetap kita proses pidana. 

Status BD sebagai pengguna. Khusus anggota Polri, ditambah proses sidang kode etik. Pastinya, kami akan lakukan assessment dulu, apakah layak direhabilitasi atau tidak nantinya," ujar dia. [Kompas]
Share:

Selasa, 08 Januari 2019

Perkembangan Teknologi Gadget di Tahun 2019




ePortalNews - Dari tahun ke tahun perkembangan teknologi seakan tak berhenti. Selalu ada inovasi baru yang ditelurkan para pabrikan.

Sedikit kilas balik, tahun 2018 lalu, beberapa teknologi banyak merajai pasar smartphone, seperti kamera ganda, kecerdasan buatan yang semakin canggih, facial recognition atau pengenal wajah.

Tahun ini, beberapa teknologi juga sudah diumbar para vendor seperti ponsel layar lipat atau ponsel dengan konektivitas 5G. Beberapa teknologi di tahun 2018 agaknya masih akan menjadi tren tapi bakal lebih dipercanggih.

Berikut 10 tren teknologi yang diramalkan akan semakin lumrah ditemui sepanjang tahun 2019, seperto dirangkum KompasTekno dari Phandroid, Selasa (8/1/2019).

1. Layar lipat
Beberapa vendor smartphone tampak menggebu-gebu menjadi yang pertama menelurkan ponsel lipat. Beberapa rumor penampakan smartphone lipat juga semakin marak di ranah maya. 

Samsung telah secara resmi memperkenalkan purwarupa ponsel lipatnya November lalu. Ponsel ini kemungkinan akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2019.

Selain Samsung, Huawei dan LG juga sesumbar akan meluncurkan ponsel lipatnya tahun ini.
Beberapa pabrikan smartphone China lain seperti Xiaomi, Oppo, dan Lenovo juga akan ikut tren ini.

Sebelum para vendor di atas resmi merilis ponsel layar lipat, perusahaan startup asal California, Royole, telah lebih dulu menelurkan smartphone Android layar lipat bernama FlexPai pada akhir Oktober 2018.

Sejatinya, adopsi smartphone layar lipat secara masif masih dipertanyakan. Namun setidaknya, teknologi ini bermanfaat menambah portofolio para vendor.

2. Kecerdasan buatan
Artifical Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memang bukan hal baru. Namun semakin hari, AI dibuat semakin canggih dan bisa diaplikasikan ke lebih banyak perangkat.

Kemungkinan, AI akan semakin berkembang tahun ini, terutama pada fitur kamera smartphone, seperti yang telah diaplikasikan Google Pixel. Alih-alih menambah lensa kamera, Google lebih memilih mempercanggih AI pada kamera Google Pixel 3.

Beberapa pihak mengakui hasil jepretan kamera tunggal Google Pixel bisa diadu atau bahkan lebih baik dibanding ponsel dengan kamera ganda perangkat lain.

Salah satu fitur yang diunggulkan melalui AI adalah "Night Sight Mode" yang memungkinkan hasil gambar masih jelas dalam kondisi low-light. Fitur tersebut akhirnya diikuti vendor lain, salah satunya Samsung yang dikabarkan tengah mengembangkan fitur bernama "Bright Night".

Tak hanya soal fotografi, AI juga merambah ke perangkat speaker berwujud smart speaker.

Industri smart speaker bakal diramaikan pemain baru selain Alexa milik Amazon atau Google Home, seperti misalnya produk Galaxy Home Smart Speaker besutan Samsung dan smart speaker Xiaomi.

3. Pemindai sidik jari di dalam layar
Teknologi pemindai sidik jari di dalam layar atau in-display fingerprint scanner pertama kali tersemat di Vivo X20 Plus UD tahun lalu. Fitur ini merupakan hasil kolaborasi antara Vivo dan Synaptics, perusahaan sensor fingerprint yang berbasis di Amerika Serikat.

Samsung disebut sedang mengembangkan teknologi serupa, namun diklaim bakal lebih canggih. VendorKorea Selatan itu akan menggunakan teknologi ultrasonik yang 30 persen lebih cepat dan akurat dibanding teknologi yang sudah ada.

Rumor yang santer terdengar menyebut teknologi pemindai sidik jari dalam layar akan diadopsi pada lini Galaxy S10 yang akan rilis tahun ini. Namun kabar terbaru menyebut bahwa fitur anyar itu akan lebih dulu disematkan ke Galaxy A10.

Fitur pemindai sidik jari dalam layar juga telah terpasang di Oppo R17 yang rilis bulan Agustus lalu. Diprediksi, akan semakin banyak vendor yang mengadopsi teknologi ini.

Dari segi desain, penggunaan pemindai sidik jari dalam layar bisa menguntungkan. Dengan meletakan panel sensor pemindai sidik jari ke bagian layar, vendor bisa membuat layar lebih lega karena tidak perlu menempatkannya di bagian dagu atau bezel(bingkai) bagian bawah.

Pengalihan sensor pemindai sidik jari dari punggung ke layar pun bisa membuat layar lebih lega. Apalagi jika beberapa pabrikan ingin memasang kamera dalam jumlah cukup banyak.

Terlebih, masih banyak pengguna smartphone yang lebih nyaman dengan pemindai sidik jari ketimbang pemindai biometrik face unlock sebagai sistem keamanan perangkat.

4. Pengenal wajah
Selain pemindai sidik jari, teknologi face recognitionatau pengenal wajah juga diramalkan akan banyak digunakan banyak vendor ponsel tahun ini. Salah satu yang suah siap memproduksinya adalah Sony. 

Perusahaan elektronik asal Jepang itu sesumbar akan memproduksi teknologi pemindai wajah 3D menggunakan teknologi laser yang hasil pindaiannya diklaim lebih akurat serta bisa memindai objek dari jarak paling jauh lima meter.

Samsung juga disebut akan menyematkan fitur sensor Time of Flight (ToF) di lini Galaxy S10.
Fitur ini bisa membuat sistem pemindai wajah lebih baik lagi.

5. Pengisi daya nirkabel
Satu lagi teknologi yang bukan terobosan baru, namun diprediksi akan semakin laris diadopsi pada 2019. Beberapa pabrikan ponsel memang sudah menyediakan charger pad nirkabel. Namun jumlahnya memang masih sedikit.

Teknologi ini kemungkinan akan semakin banyak dikembangkan vendor smartphone. Masalah dari pengisi daya nirkabel ini adalah kecepatan chargingyang tergantung pada jenis ponsel dan chargernirkabel yang digunakan.

Dengan begitu, ketika pengguna memiliki pengisi daya nirkabel 10W, tapi ponselnya tidak mendukung fitur itu maka tetap saja tidak bisa digunakan. Semoga saja, di tahun ini, akan lebih banyak manufaktur charger nirkabel yang bisa mengisi daya lebih cepat.

6. Poni yang menghilang
Tak bisa dipungkiri, desain layar "poni" atau "notch" yang dipopulerkan iPhone X menjadi tren smartphone sepanjang tahun 2018
Ukuran takik yang menjorok di atas layar pun lambat laun semakin berkurang hingga muncul desain dewdrop screen atau poni yang berbentuk seperti tetesan air.

Akhir tahun lalu, Samsung yang masih belum terjamah demam "notch" memperkenalkan desain baru bernama Infinity-O. Desain ini akan menempelkan lubang kecil sebagai rumah kamera depan.

Tak hanya Samsung, Huawei juga menelurkan desain serupa di Huawei Nova 4. Bukan tidak mungkin, bebeapa vendor ponsel lain akan mengekor Samsung serta Huawei.

Memang, untuk mengenyahkan "notch" sepenuhnya dari layar cukup sulit terealisasi, namun memotong ukuran "poni" bisa jadi opsi.

7. Koneksi 5G
Jaringan internet generasi kelima ini adalah salah satu teknologi yang paling dinantikan. Beberapa operator di AS sudah mulai memperkenalkan jaringan 5G di beberapa titik hotspot. Selain AS beberapa negara lain juga akan menyusul, seperti Korea Selatan dan Australia.

Tahun ini, diprediksi jaringan 5G akan terpasang di smartphone. Sudah terdengar beberapa vendor smartphone yang siap melepas smartphone 5G seperti Samsung, Huawei, dan Xiaomi.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah nantinya smartphone 5G bernasib sama dengan smartphone 4G yang menguras bateri demi mendapat sinyal tercepat?  Perlu menunggu waktu untuk menjawabnya.

8. Kartu SIM elektronik (eSIM)
Teknologi eSIM memang masih sangat sedikit diadopsi untuk menggantikan kartu SIM reguler. Namun penggunaan eSIM bisa membuat tampilan ponsel lebih ramping karena tidak harus menyediakan slot kartu SIM.

Tak hanya itu, eSIM juga akan memudahkan penggunanya untuk menganti jaringan tanpa harus bongkar pasang casing, karena cukup dilakukan melalui software.

9. Baterai lebih tahan lama
Sebuah studi dari The Washington Post mengungkapkan bahwa usia baterai ponsel dewasa ini kian buruk meski ukurannya semakin besar. Hal ini dikarenakan peningkatan performa dan semakin kayanya fitur-fitur baru yang dipasang di smartphone flagship.

Kendati demikian masih ada harapan untuk merasakan perangkat yang lebih hemat daya.
Salah satunya dengan mengandalkan chip yang mengotaki ponsel. Desember lalu, Qualcomm baru saja merilis Snapdragon 855 yang diklaim lebih hemat baterai tapi performanya lebih garang.

Kemungkinan, tahun ini akan semakin banyak flagship yang mengandalkan chip Snapdragon 855, sehingga fitur penghemat baterai akan semakin lumrah ditemui.

10. Augmented reality
Tahun 2019 ini, teknologi realitas ganda alias augmented reality (AR) diramalkan akan semakin banyak digunakan. Jika dilihat dari tahun lalu, AR banyak diadopsi smartphone untuk mendukung fitur emoji.

AR diprediksi akan semakin berkembang lebih "nyata". Saat peluncuran Huawei Mate 20 Pro Oktober lalu misalnya, Huawei memamerkan Live Emoji Panda, di mana pengguna bisa melihat emoji 3D panda yang bisa menari seolah-olah emoji tersebut nyata.

Meski penggunaan AR masih belum dibutuhkan sehari-hari, namun perkembangannya yang semakin canggih cukup menarik ditunggu. [Kompas]
Share:

10 Maskapai Paling Tepat Waktu Di Dunia


ePortalNews - Lembaga analis penerbangan OAG baru saja merilis "Punctuality League 2019", berisikan daftar maskapai dan bandar udara (bandara) paling tepat waktu dalam kurun setahun belakangan.

Rilis ini terbit usai perusahaan analis asal Inggris ini menghimpun 58 juta data penerbangan 2018, sekaligus data terbanyak yang pernah OAG lacak per tahunnya.

Untuk ketepatan waktu maskapai, penilaian dilakukan berdasarkan waktu tiba dan berangkat yang tidak melewati batas 15 menit sejak jadwal yang ditentukan.

Hasilnya, maskapai Amerika Selatan, Copa Airlines, menjadi yang terdepan soal ketepatan waktu dengan 89,79 persen penerbangan tepat waktu selama 2018.

Maskapai ini berkantor pusat di Bandara Panama City yang juga mencatatkan diri sebagai bandara ukuran sedang yang paling tepat waktu.

Dikutip dari CNN, Copa Airlines berhasil menggusur airBaltic yang sebelumnya menduduki puncak klasemen ke peringkat dua. Meski begitu, soal ketepatan waktu, maskapai asal Latvia ini tetap mendapat predikat sebagai maskapai terbaik di Eropa.

Bangkok Airways menjadi maskapai yang dengan perbaikan paling signifikan dalam hal ketepatan waktun, selisih 10 persen ketimbang capaian tahun sebelumnya hingga sukses menyabet posisi lima.

Kejutan datang dari LATAM Airlines Group (7) dan KLM (10) yang melesat dari peringkat 36 dan 30 di tahun sebelumnya.

Sementara itu, pil pahit mesti ditelan Japan Airlines yang tumbang dari peringkat 4 ke peringkat 13. Kondisi lebih buruk mesti dihadapi maskapai Vueling yang terjun bebas ke peringkat 63 (sebelumnya peringkat 7) yang ditengarai akibat terdampak pergolakan industri Perancis.

Berikut daftar 10 maskapai paling tepat waktu di dunia berdasarkan “Punctuality League” yang dirilis OAG:

1. Copa Airlines (89.79 persen)

2. airBaltic (89,17 persen); terbaik se-Eropa

3. Hong Kong Airlines (88.11 persen); terbaik se-Asia-Pasifik

4. Hawaiian Airlines (87.52 persen); terbaik se-Amerika Utara

5. Bangkok Airways (87.16 persen)

6. Qantas Airways (85.65 persen)

7. LATAM Airlines Group (85.60 persen)

8. Azul (85.21 persen); terbaik di kelas penerbangan tarif rendah

9. Qatar Airways (85.17 persen); terbaik di Timur Tengah

10. KLM (84.52 persen)
Share:

Senin, 07 Januari 2019

Profil Rian Penyewa Vanessa Angel : 40 tahun dan bujang


ePortalNews - Polda Jatim mengungkap sosok R atau Rian, lelaki yang menikmati jasa seks dari artis Vanessa Angel. Seperti diketahui, Rian seorang pengusaha tambang di Lumajang, Jawa Timur

Menurut Kasubdit V Cyber Crime Kriminal Khusus Polda Jatim, Harissandi, meski bisnisnya di Lumajang, domisili Rian berada di Jakarta Utara.

"Ya tinggalnya bolak-balik antara Surabaya-Jakarta," ungkap Harissandi kepada wartawan, Senin (7/1/2019).

Menurut Harissandi, Rian baru berusia 40 tahun dan belum menikah. Bahkan dari pengakuannya, baru kali ini Rian menikmati jasa seks dari kalangan artis.

"Dia juga ngakunya nggak pernah pakai artis lainnya," jelas Harissandi.

Untuk pembayaran terhadap Vanessa, Harissandi menyatakan pembayaran sudah dilakukan dengan membayar keseluruhan yakni Rp80 juta.

Seperti diketahui, Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online setelah melakukan penggerebekan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya, Sabtu (5/1/2018).

Selain Vanessa Angel, polisi juga menangkap Avriellya Shaqila yang melakoni bisnis serupa. Kedua artis perempuan tersebut dibayar dengan tarif Rp80 juta dan Rp25 juta untuk sekali kencan.

Vanessa Angel dan Avriellya Shaqila telah dibebaskan. Sementara dua orang muncikari ES dan TN ditahan dalam kasus ini. [Suara.com]
Share:

Minggu, 06 Januari 2019

Pengguna Lion Air Kecewa Pemberlakuan Tarif Bagasi Berbayar


ePortalNews - Penghapusan layanan bagasi gratis 20 kilogram dari maskapai Lion Air dan Wings Air menimbulkan kekecewaan pada pelanggannya.

Maskapai ini juga dinilai belum memberikan pelayanan maksimal saat tarif bagasi baru diberlakukan.

"Kalau pelayanan masih standar saya rasa. Kadang delay juga. Tapi justru biaya diperbesar," kata Rita, seorang ibu rumah tangga yang sering terbang menggunakan pesawat Lion Air di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Sabtu (5/1/2018).

Dia mengungkapkan, masyarakat banyak memilih Lion Air maupun Wings Air karena tarif yang lebih murah.

Dengan adanya pengenaan tarif bagi kelebihan bagasi, masyarakat tidak lagi menikmati layanan penerbangan biaya rendah.

Hal senada juga dikatakan Esa, penumpang Lion Air dari Batam tujuan Pangkal Pinang. Dia menyebut, maskapai sebaiknya mempertahankan layanan bagasi bebas biaya seberat 20 kilogram.

"Kalau pun butuh biaya operasional ya turun sampai 10 kilogram. Ini kabarnya hanya tujuh kilogram yang ditanggung," ujar Esa.

Seperti diketahui, terhitung sejak 8 Januari 2019, penumpang Lion Air tidak lagi mendapat bagasi 20 kilogram secara percuma alias gratis.

Begitu pula penumpang Wings Air tidak lagi mendapat bagasi 10 kilogram secara percuma alias gratis untuk dimasukkan ke bagasi pesawat.

Bagasi kabin yang melebihi tujuh kilogram akan dikenakan biaya kelebihan bagasi sesuai tarif yang berlaku pada hari keberangkatan.

Tarif bagasi tambahan Lion Air dan Wings Air prepaid baggage (bagasi bayar di muka) disesuaikan dengan rute penerbangan. Jadi masing-masing rute penerbangan memiliki harga bagasi yang tidak sama.

Misalnya untuk penerbangan langsung dari Jakarta ke Bali dihargai Rp155.000 untuk tambahan bagasi lima kilogram. [Kompas]
Share:

Polisi: Pemesan Vanessa Angel Seorang Pengusaha Surabaya


ePortalNews - Kasubdit V Cybercrime Kepolisian Daerah Jawa Timur AKBP Harisandi menyebut pemesan kencan Vanessa Angel adalah seorang pengusaha di Surabaya.

Menurut dia, saat dibekuk polisi, Vanessa sedang kencan bersama seorang pengusaha itu di sebuah hotel bintang lima di Kota Pahlawan.

"Pemesan pengusaha di Surabaya. Kami periksa juga kemarin satu orang," kata Harisandi, di kantornya, Minggu (6/1). "Satu orang temannya. Sudah kami periksa sudah dipulangkan."

Vanessa Angel diciduk polisi di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1). Selain Vanessa, dalam penggerebekan itu polisi mengamankan sejumlah orang. Mereka adalah AS, rekan artis Vanessa; dua orang yang diduga muncikari; satu orang manajemen Vanessa Angel; dan satu orang manajemen AS.

Dari perkara ini, polisi menetapkan dua orang yang diduga sebagai muncikari itu tersangka. Haris belum mau mengungkap siapa identitas sang muncikari. "Besok akan kami sampaikan rilis bersama Kapolda," ujar dia.

Haris mengatakan dua muncikari ini memiliki jaringan yang berbeda-beda. "Mereka mengendalikan artis dan nonartis juga atau model," ujar dia. "Dan tidak ada hubungannya dengan kasus muncikari artis sebelumnya, yang terjadi pada tahun 2015."

Vanessa Angel beberapa kali tampil sebagai foto model di majalah remaja. Namun akhirnya ia memutuskan untuk terjun secara total ke dunia hiburan Tanah Air. Di awal kariernya, ia lebih sering muncul di sejumlah sinetron layar kaca.

Beberapa sinetron yang pernah ia bintangi adalah 'Cinta Intan', 'Layla Majnun', dan 'Heart Series 2'. Selanjutnya, ia lebih sering bermain dalam FTV.
Share:

Sabtu, 05 Januari 2019

Pertamina Menurunkan Harga Pertamax 5 Januari


ePortalNews -  PT Pertamina menurunkan harga BBM Non Subsidi dengan besaran yang variatif mulai akhir pekan. Langkah ini seiring dengan turunnya harga rata-rata minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama pelanggan setia produk-produk Pertamina,” ujar Nicke melalui keterangan resmi Pertamina, Jumat malam, 4 Januari 2019.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid menjelaskan, penyesuaian harga BBM Non Subsidi tersebut berlaku mulai Sabtu 5 Januari 2019 pukul 00.00 waktu setempat. Jenis BBM yang mengalami penyesuaian dilakukan secara bervariasi.

Antara lain, produk Pertalite turun sebesar Rp150 per liter, Pertamax turun sebesar Rp200 per liter, Pertamax Turbo turun sebesar Rp 250 per liter. Sedangkan, Dexlite turun sebesar Rp200 per liter dan Dex turun sebesar Rp100 per liter.

Mas’ud menambahkan, Pertamina akan terus mengevaluasi secara berkala harga BBM tersebut sesuai dengan dinamika harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah di pasar global.

Pertamina berharap penyesuaian harga ini dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina. Sekaligus, sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat untuk menggunakan produk-produk BBM berkualitas

Dijelaskan, harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Untuk detail harga BBM tersebut, kata dia, dapat dilihat di website Pertamina, www.pertamina.com. [Viva]

Share:

Translate

Visitor Counter

Flag Counter

Support

Menemukan bug/error silakan klik
eMail